ia tak memiliki nafsu menelan makanan. entah apa lagi yang ingin ia katakan sebelumnya, otaknya tertumpu kepada pagi hari yang menyambut dengan kekecewaan. siang terbangun dengan pandangan kosong, berfikir apa ia harus keluar dari sangkar hari ini. alkohol kadar rendah sudah habis semalam, tinggal botol yang besar-besar dengan dosis tinggi. warna merah, warna emas, warna hitam..
malam ini mereka merayakan keterpurukan dibawah cahaya lampu..
aroma itu.. menutupkan mata dengan tendangan keras dari balik kepala. warna keemasan yang jernih, berlari-lari ke dalam pipa yang panjang. dengan bantuan sesulut batang rokok, rasa itu akan kembali netral. belum beberapa saat berlalu, datang sosoknya yang meliuk-liukkan tubuhnya di depan tiang panjang. tak jauh dari sana, ada seorang lelaki yang menikmati pemandangan itu dengan seksama; melempar pandangan yang menelanjangkan. seperti lintah yang sukanya meghisap darah, ia menghisap segala marwah manis. jenuh merambat perlahan-lahan ke dalam jiwa; lelaki itu memutarbalikkan tubuhnya yang sudah tak sanggup melihat anak-anak tangga dan kemudian terjatuh yang telah membangunkan dirinya dari segala keindahan malam, ia harus berjalan dengan kakinya sendiri balik kepada kepahitan hari-harinya yang tak ingin ia rasakan. tak cukup baginya berada di bawah semua itu dengan hati terpaksa, ia menginginkan lebih; lebih dari yang ia dapati dari sekadar puas mengalah kepada kewajiban di rumah.
di balik pemandangan itu; perempuan yang sudah menekuni profesi sedemikian rupanya pula tak sadar air mata sudah menggenangi ruang gantinya. ritual yang selalu membuatnya rancu akan apa yang sudah terjadi. bukan ia yang memilih jalan itu, melainkan hatinya. perempuan yang tak pernah puas oleh kebiasaan-kebiasaan yang bertaut dengan norma hidup. ia telah menghalalkan semua jalan untuk bisa gantian menghisap sisa-sisa hari yang ditinggalkan sang lelaki tadi.
begitu.. sang lelaki, sang perempuan; masing-masing pulang ke rumahnya. dengan hati menangis; menunggu waktu yang tepat untuk bisa bertemu, lagi..
:pruls.
27 April 2008
26 April 2008
balik ke tempat yang itu itu saja.
aroma tubuh lelaki itu sentiasa menemani, seperti dekat tapi tak sanggup diraih. ia merindukan sosok yang mengisi siang dan malamnya. semenjak mengenal lelaki itu, ia selalu membayangkan diri itu menjadi miliknya seorang. bayangan itu ternyata membelokkan arahnya, mengikuti jalan yang tak lebih pintas dari sebelumnya. walaupun bayangan itu telah merubah sebagian dari harapannya yang telah menghantarkan lelaki itu kepada pelaminan sakral pernikahan, ia tetap memegang sebagian dari sisa bayangan dulu. ingin memilikinya.
kalau orang lain sudah mengakhiri perjalanannya, tapi ia belum ingin menyanggupi. semua yang ia dengar pun sudah tak asing lagi di telinga semenjak kali pertama ular ular bisa bicara. sudah pula menjadi bunga tidurnya sepanjang malam seperti momok yang terus mengejar kemanapun ia lari. siapa yang menyangka seekor burung elang bisa dikejar kejar oleh seekor burung kenari yang tak lain adalah lelaki itu.
apalagi yang ada di depan sana? anak yang bertambah mengenal dunia, tuntutan dunia atau keseganan kepada orang lain. siap tak siap burung elang terus terbang, entah berlari ke arah mana lagi. pantai yang dulu sering dikunjungi, menginginkan elang itu datang kembali dan menghanyutkan dunianya ke dalam pusaran gelap malam. pantai itu membisikkan sesuatu yang selalu membuat hati tenang di saat lelaki itu tidak ada bersamanya. pantai itu tidak lagi berpasirkan pasir putih, tidak lagi sepi. banyak pula burung burung lain yang bersinggah disana tidak hanya untuk berlari dari hidup tapi juga untuk merayakan kemenangan mereka. dari awal ia berjalan, disitu pula ia akan berhenti. tetapi, akankah ia pulang dengan berlutut, ataukah dengan jiwa yang masih setengah utuh...
:april'08
kalau orang lain sudah mengakhiri perjalanannya, tapi ia belum ingin menyanggupi. semua yang ia dengar pun sudah tak asing lagi di telinga semenjak kali pertama ular ular bisa bicara. sudah pula menjadi bunga tidurnya sepanjang malam seperti momok yang terus mengejar kemanapun ia lari. siapa yang menyangka seekor burung elang bisa dikejar kejar oleh seekor burung kenari yang tak lain adalah lelaki itu.
apalagi yang ada di depan sana? anak yang bertambah mengenal dunia, tuntutan dunia atau keseganan kepada orang lain. siap tak siap burung elang terus terbang, entah berlari ke arah mana lagi. pantai yang dulu sering dikunjungi, menginginkan elang itu datang kembali dan menghanyutkan dunianya ke dalam pusaran gelap malam. pantai itu membisikkan sesuatu yang selalu membuat hati tenang di saat lelaki itu tidak ada bersamanya. pantai itu tidak lagi berpasirkan pasir putih, tidak lagi sepi. banyak pula burung burung lain yang bersinggah disana tidak hanya untuk berlari dari hidup tapi juga untuk merayakan kemenangan mereka. dari awal ia berjalan, disitu pula ia akan berhenti. tetapi, akankah ia pulang dengan berlutut, ataukah dengan jiwa yang masih setengah utuh...
:april'08
22 April 2008
setengah ada setengah tiada.
mataku mulai rabun. walau sudah beberapa kali kukedipkan mata ini tetap saja ia mengabur. tapi aku ditinggalkan hanya dengan satu pilihan yaitu dengan menikmatinya. kata orang, sesuatu yang indah belum tentu juga datang dengan wujud yang indah. aku terduduk termenung di tepian ranjang tak ingin membayangkan hal hal yang tak ingin tersirat di benakku. adakah sang ilham melakukan hal yang sama, memikirkanku. berulang ulang kali kuputar lantunan lagu yang itu itu saja, telingaku seperti melengking karena muak tapi hatiku tidak sedang melengking. melainkan ia menahan tangis karena harus menerima kenyataan yang sebenarnya sudah lama menjadi kenyataan. tidak pahit, tidak pula manis. sekarang ini semuanya terasa sedang sedang saja, kalaupun ia terlalu manis pulanya ia berubah menjadi pahit, begitu pun sebaliknya.
aku melihat banyak wajah baru di keramaian kota hari ini. lagi lagi ditemani dengan tembang lagu yang itu itu saja. aku terdiam di tengah keramaian itu. aku tak merasa jiwaku berada di dalam raga ini, walau mentari masih malu malu menyinari sebagian wajahku. aku pun malu disapanya dengan raut wajah tidak karuan, pula cahaya mentari telah mengeringkan sebagian tetesan air mata yang berlinang di pipiku.
bisakah aku, melewati hari ini dengan akhir yang dimulai dari mimpi mimpiku?
:april'08
aku melihat banyak wajah baru di keramaian kota hari ini. lagi lagi ditemani dengan tembang lagu yang itu itu saja. aku terdiam di tengah keramaian itu. aku tak merasa jiwaku berada di dalam raga ini, walau mentari masih malu malu menyinari sebagian wajahku. aku pun malu disapanya dengan raut wajah tidak karuan, pula cahaya mentari telah mengeringkan sebagian tetesan air mata yang berlinang di pipiku.
bisakah aku, melewati hari ini dengan akhir yang dimulai dari mimpi mimpiku?
:april'08
04 March 2008
inginkah kamu?
aku tak tau apakah ada orang yang akan membaca ini. apakah ada orang yang menyisihkan waktu untuk membaca perasaan ini. aku iri dengan orang yang mempunyai kemauan besar terhadap hidup. aku sudah lupa caranya berharap tersebut, standar kehidupanku sudah menurun. kulempar pandangan kosong. kulempar kata-kata yang benar-benar kumaksudkan. sedangkan pelacur itu sendiri tau apa yang ia inginkan. tapi aku bukan maukan uang. ia telah disakiti oleh cinta. tapi adakah keajaiban diluar sana untukku. mungkin maksud tuhan seperti itu.. untuk tidak memasang satu batasan pun dalam hidup, termasuk dalam kesabaran. cukup memasang kemakluman kalau hidup itu penuh dengan warna. tapi akankah kau terus maklumkan sesuatu yang terus-terusan diulangi. mungkin iya. aku akan lebih senang jika kamu menyalahkanku. maka dari itu aku akan merasa aku tak salah. tak perlu ada kata maaf, tetapi sesuatu yang baru. kemakluman baru. kamu bilang kamu sudah mencoba yang terbaik, aku pun juga. aku tau aku bukan sesiapa, tapi adakah hal itu mengetuk pintu hatimu bahwa kamu adalah seseorang. apakah itu tak cukup.. salahku yang tak mengingatkanmu selagi kau lupa. aku bukan seorang penyuruh. salahkah bila aku menunggu inisiatif dari dirimu.. sampai-sampai aku rela menunggu.
akankah aku yang terus mengingatimu. apakah itu yang kau inginkan. apakah itu yang kau artikan dengan perjuangan cinta.. salahkan aku saja terus sayang. kalau itu yang bisa membuat kita berdua menang.
akankah aku yang terus mengingatimu. apakah itu yang kau inginkan. apakah itu yang kau artikan dengan perjuangan cinta.. salahkan aku saja terus sayang. kalau itu yang bisa membuat kita berdua menang.
25 February 2008
rancu.
apakah benar apa yang mereka katakan bahwa mereka kangen. aku merasa tak waras. seperti orang menghindar. mungkin hanya sibuk berlebihan yang terlihat seperti membalas setelah satu jam. persetan dengan udara dingin ini, bisakah kau meninggalkanku sebentar saja supaya tubuh ini tidak menggigil. setan. menegak minuman yang membuatku menangis, bagaimana jika berlebihan. aku tak ingin ditemukan di kamar. apa rasanya membunuh, mungkin memuaskan. persetan pula dengan asap rokok yang mengepul di depan layar ini, setan. katakan bila aku harus berpura-pura. katakan bila aku tak boleh terlihat menangis. katakan aku harus bersembunyi untuk melakukan demikian. bintang, sudah lama tak kulihat lagi dirimu muncul. aku rindu berbicara denganmu berdua. aku rindu bie..
aku bosan dengan pemandangan jingga dari jendelaku. aku bosan dengan kicauan burung diluar sana. aku bosan menggigil karena udara dingin. aku iri dengan orang yang tertawa. aku iri dengan orang yang bisa duduk dengan nyamannya. aku iri dengan orang yang mengucapkan kata baik-baik saja dan memang benar merasakannya. aku iri dengan orang yang tak perlu memakai baju terbalik karena sadar. aku iri dengan orang yang berusaha dan mendapatkan bayarannya.
semoga saja yang sakit mendapatkan kesembuhan. semoga yang takut mendapatkan kekuatan. semoga yang buntu mendapatkan jalan balik. semoga yang tak bisa merasakan bisa merasakan kembali. semoga yang tak pernah menyadari bisa sadar. semoga yang merindukan dapat kembali merasakan indah.
kadang cahaya bisa menyesatkan. bukan hanya cahaya yang cantik. cahaya yang berarti kehidupan dulu. masih banyak cahaya yang mengambang di udara, karena penopangnya tak terlihat di gelap. mengapa kata-kata ini terlihat gelap sekali dari sini, aku tak merasa diriku jauh. bagaimanakah rupa wajahnya. di gelap tak terlihat, begitu pula di terang hanya air mata yang membasahi raga. buram karena air mata itu, sampai-sampai aku tak bisa jelas melihat. dia bukan milikku, sampai kapanpun juga akan tetap begitu. aku iri. aku tak bisa menyampingkan hal itu begitu saja, tak bisa. karena hal itu yang telah menjadi hidup selama ini, bagaimana pula bisa menggeser posisi itu selagi diriku tak ingin. mungkin kau tak akan pernah mengerti sebelum kau yang berada disini. pikiranku tertumpat dengan kamu dan mereka. aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi itu. tak ada gunanya lagi karena aku bukan pertamamu.
kamu tak akan mengerti semua ini karena ini milikku. semua ini adalah milikku. yang hanya ada di dalam diriku. tapi sisakan waktu sedikit saja untuk menundukkan kepalamu dan mengerti. sisakan sedikit hati untuk bisa mengerti.. bukan hanya dengan isi kepala..
aku bosan dengan pemandangan jingga dari jendelaku. aku bosan dengan kicauan burung diluar sana. aku bosan menggigil karena udara dingin. aku iri dengan orang yang tertawa. aku iri dengan orang yang bisa duduk dengan nyamannya. aku iri dengan orang yang mengucapkan kata baik-baik saja dan memang benar merasakannya. aku iri dengan orang yang tak perlu memakai baju terbalik karena sadar. aku iri dengan orang yang berusaha dan mendapatkan bayarannya.
semoga saja yang sakit mendapatkan kesembuhan. semoga yang takut mendapatkan kekuatan. semoga yang buntu mendapatkan jalan balik. semoga yang tak bisa merasakan bisa merasakan kembali. semoga yang tak pernah menyadari bisa sadar. semoga yang merindukan dapat kembali merasakan indah.
kadang cahaya bisa menyesatkan. bukan hanya cahaya yang cantik. cahaya yang berarti kehidupan dulu. masih banyak cahaya yang mengambang di udara, karena penopangnya tak terlihat di gelap. mengapa kata-kata ini terlihat gelap sekali dari sini, aku tak merasa diriku jauh. bagaimanakah rupa wajahnya. di gelap tak terlihat, begitu pula di terang hanya air mata yang membasahi raga. buram karena air mata itu, sampai-sampai aku tak bisa jelas melihat. dia bukan milikku, sampai kapanpun juga akan tetap begitu. aku iri. aku tak bisa menyampingkan hal itu begitu saja, tak bisa. karena hal itu yang telah menjadi hidup selama ini, bagaimana pula bisa menggeser posisi itu selagi diriku tak ingin. mungkin kau tak akan pernah mengerti sebelum kau yang berada disini. pikiranku tertumpat dengan kamu dan mereka. aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi itu. tak ada gunanya lagi karena aku bukan pertamamu.
kamu tak akan mengerti semua ini karena ini milikku. semua ini adalah milikku. yang hanya ada di dalam diriku. tapi sisakan waktu sedikit saja untuk menundukkan kepalamu dan mengerti. sisakan sedikit hati untuk bisa mengerti.. bukan hanya dengan isi kepala..
18 February 2008
meski..
saat menyulut rokok yang tercium olehku hanya aroma kertas yang terbakar. rasanya pahit dan menusuk di tenggorokan ini. masih saja terngiang-ngiang di kepalaku kejadian malam itu. dimanakah orang-orang yang kupautkan dengan predikat penting. tulang kaki ini sakit sekali, entah apa yang harus kulakukan untuk membuatnya tak begitu sakit. kram itu sedang melandaku seperti musiman.
:pikiran tak datang seperti lampu bohlam di atas kepalaku disaat kau sedang duduk di toilet.
:pikiran tak datang seperti lampu bohlam di atas kepalaku disaat kau sedang duduk di toilet.
10 February 2008
mthr senin.
hari ini entah kemana saja kau pergi, mungkin saja kamu marah. entah entah entah. apa yang tak pernah ku beri. terbayangkan olehku jika aku menikah nanti, entah mengapa orang lain bisa tahan. mungkin karena cinta ataupun kewajiban seperti yang kamu bilang kepadaku. entah entah entah. mungkin kamu bilang aku masih terlalu muda untuk memikirkan hal itu, tapi aku tak menghalangmu. mungkin sebentar lagi asbak ini sudah tak bisa lagi menampung puntung rokok yag semakin banyak. ya ini arsip kesakitanku seminggu terakhir. kamu bilang sedang banyak saudara, dari dulu juga sudah banyak saudara. entah bagaimana lagi aku harus berpikir dengan caramu. aku adalah kamu, tapi kamu tak pernah bisa menjadi aku. apa itu yang disebut dengan memiliki yang tak bisa dimiliki?
"i take from you as you take it from me."
mungkin apa yang aku lakukan untukmu sudah tak begitu penting untukmu. aku terima. yang penting kamu tau perasaan ini sebenarnya. mungkin kamu juga merasakan hal yang sama dimana kamu sudah lelah mendengar "aku sayang kamu" dan "i love u dul". siapa saya sih sekarang, bukan orang yang legal bersamamu. perusak? cuma hati dudul yg tau. i love u eventhough it's illegal. yes, i love u.
:hv a good monday then. inget, marahnya jgn kelamaan, ntar saya keburu pergi lho.. cheers! mwax..
"i take from you as you take it from me."
mungkin apa yang aku lakukan untukmu sudah tak begitu penting untukmu. aku terima. yang penting kamu tau perasaan ini sebenarnya. mungkin kamu juga merasakan hal yang sama dimana kamu sudah lelah mendengar "aku sayang kamu" dan "i love u dul". siapa saya sih sekarang, bukan orang yang legal bersamamu. perusak? cuma hati dudul yg tau. i love u eventhough it's illegal. yes, i love u.
:hv a good monday then. inget, marahnya jgn kelamaan, ntar saya keburu pergi lho.. cheers! mwax..
Subscribe to:
Posts (Atom)