apakah benar apa yang mereka katakan bahwa mereka kangen. aku merasa tak waras. seperti orang menghindar. mungkin hanya sibuk berlebihan yang terlihat seperti membalas setelah satu jam. persetan dengan udara dingin ini, bisakah kau meninggalkanku sebentar saja supaya tubuh ini tidak menggigil. setan. menegak minuman yang membuatku menangis, bagaimana jika berlebihan. aku tak ingin ditemukan di kamar. apa rasanya membunuh, mungkin memuaskan. persetan pula dengan asap rokok yang mengepul di depan layar ini, setan. katakan bila aku harus berpura-pura. katakan bila aku tak boleh terlihat menangis. katakan aku harus bersembunyi untuk melakukan demikian. bintang, sudah lama tak kulihat lagi dirimu muncul. aku rindu berbicara denganmu berdua. aku rindu bie..
aku bosan dengan pemandangan jingga dari jendelaku. aku bosan dengan kicauan burung diluar sana. aku bosan menggigil karena udara dingin. aku iri dengan orang yang tertawa. aku iri dengan orang yang bisa duduk dengan nyamannya. aku iri dengan orang yang mengucapkan kata baik-baik saja dan memang benar merasakannya. aku iri dengan orang yang tak perlu memakai baju terbalik karena sadar. aku iri dengan orang yang berusaha dan mendapatkan bayarannya.
semoga saja yang sakit mendapatkan kesembuhan. semoga yang takut mendapatkan kekuatan. semoga yang buntu mendapatkan jalan balik. semoga yang tak bisa merasakan bisa merasakan kembali. semoga yang tak pernah menyadari bisa sadar. semoga yang merindukan dapat kembali merasakan indah.
kadang cahaya bisa menyesatkan. bukan hanya cahaya yang cantik. cahaya yang berarti kehidupan dulu. masih banyak cahaya yang mengambang di udara, karena penopangnya tak terlihat di gelap. mengapa kata-kata ini terlihat gelap sekali dari sini, aku tak merasa diriku jauh. bagaimanakah rupa wajahnya. di gelap tak terlihat, begitu pula di terang hanya air mata yang membasahi raga. buram karena air mata itu, sampai-sampai aku tak bisa jelas melihat. dia bukan milikku, sampai kapanpun juga akan tetap begitu. aku iri. aku tak bisa menyampingkan hal itu begitu saja, tak bisa. karena hal itu yang telah menjadi hidup selama ini, bagaimana pula bisa menggeser posisi itu selagi diriku tak ingin. mungkin kau tak akan pernah mengerti sebelum kau yang berada disini. pikiranku tertumpat dengan kamu dan mereka. aku tak akan pernah bisa menggantikan posisi itu. tak ada gunanya lagi karena aku bukan pertamamu.
kamu tak akan mengerti semua ini karena ini milikku. semua ini adalah milikku. yang hanya ada di dalam diriku. tapi sisakan waktu sedikit saja untuk menundukkan kepalamu dan mengerti. sisakan sedikit hati untuk bisa mengerti.. bukan hanya dengan isi kepala..
0 comments:
Post a Comment