aku tak tau apakah ada orang yang akan membaca ini. apakah ada orang yang menyisihkan waktu untuk membaca perasaan ini. aku iri dengan orang yang mempunyai kemauan besar terhadap hidup. aku sudah lupa caranya berharap tersebut, standar kehidupanku sudah menurun. kulempar pandangan kosong. kulempar kata-kata yang benar-benar kumaksudkan. sedangkan pelacur itu sendiri tau apa yang ia inginkan. tapi aku bukan maukan uang. ia telah disakiti oleh cinta. tapi adakah keajaiban diluar sana untukku. mungkin maksud tuhan seperti itu.. untuk tidak memasang satu batasan pun dalam hidup, termasuk dalam kesabaran. cukup memasang kemakluman kalau hidup itu penuh dengan warna. tapi akankah kau terus maklumkan sesuatu yang terus-terusan diulangi. mungkin iya. aku akan lebih senang jika kamu menyalahkanku. maka dari itu aku akan merasa aku tak salah. tak perlu ada kata maaf, tetapi sesuatu yang baru. kemakluman baru. kamu bilang kamu sudah mencoba yang terbaik, aku pun juga. aku tau aku bukan sesiapa, tapi adakah hal itu mengetuk pintu hatimu bahwa kamu adalah seseorang. apakah itu tak cukup.. salahku yang tak mengingatkanmu selagi kau lupa. aku bukan seorang penyuruh. salahkah bila aku menunggu inisiatif dari dirimu.. sampai-sampai aku rela menunggu.
akankah aku yang terus mengingatimu. apakah itu yang kau inginkan. apakah itu yang kau artikan dengan perjuangan cinta.. salahkan aku saja terus sayang. kalau itu yang bisa membuat kita berdua menang.
0 comments:
Post a Comment