26 April 2008

balik ke tempat yang itu itu saja.

aroma tubuh lelaki itu sentiasa menemani, seperti dekat tapi tak sanggup diraih. ia merindukan sosok yang mengisi siang dan malamnya. semenjak mengenal lelaki itu, ia selalu membayangkan diri itu menjadi miliknya seorang. bayangan itu ternyata membelokkan arahnya, mengikuti jalan yang tak lebih pintas dari sebelumnya. walaupun bayangan itu telah merubah sebagian dari harapannya yang telah menghantarkan lelaki itu kepada pelaminan sakral pernikahan, ia tetap memegang sebagian dari sisa bayangan dulu. ingin memilikinya.

kalau orang lain sudah mengakhiri perjalanannya, tapi ia belum ingin menyanggupi. semua yang ia dengar pun sudah tak asing lagi di telinga semenjak kali pertama ular ular bisa bicara. sudah pula menjadi bunga tidurnya sepanjang malam seperti momok yang terus mengejar kemanapun ia lari. siapa yang menyangka seekor burung elang bisa dikejar kejar oleh seekor burung kenari yang tak lain adalah lelaki itu.

apalagi yang ada di depan sana? anak yang bertambah mengenal dunia, tuntutan dunia atau keseganan kepada orang lain. siap tak siap burung elang terus terbang, entah berlari ke arah mana lagi. pantai yang dulu sering dikunjungi, menginginkan elang itu datang kembali dan menghanyutkan dunianya ke dalam pusaran gelap malam. pantai itu membisikkan sesuatu yang selalu membuat hati tenang di saat lelaki itu tidak ada bersamanya. pantai itu tidak lagi berpasirkan pasir putih, tidak lagi sepi. banyak pula burung burung lain yang bersinggah disana tidak hanya untuk berlari dari hidup tapi juga untuk merayakan kemenangan mereka. dari awal ia berjalan, disitu pula ia akan berhenti. tetapi, akankah ia pulang dengan berlutut, ataukah dengan jiwa yang masih setengah utuh...


:april'08

2 comments:

Rani! said...

ga ngerti :(

Hilmi Ramlan said...

hmm changing of first, second and third person view.. :) i like this.. hehe..

write on!