22 April 2008

setengah ada setengah tiada.

mataku mulai rabun. walau sudah beberapa kali kukedipkan mata ini tetap saja ia mengabur. tapi aku ditinggalkan hanya dengan satu pilihan yaitu dengan menikmatinya. kata orang, sesuatu yang indah belum tentu juga datang dengan wujud yang indah. aku terduduk termenung di tepian ranjang tak ingin membayangkan hal hal yang tak ingin tersirat di benakku. adakah sang ilham melakukan hal yang sama, memikirkanku. berulang ulang kali kuputar lantunan lagu yang itu itu saja, telingaku seperti melengking karena muak tapi hatiku tidak sedang melengking. melainkan ia menahan tangis karena harus menerima kenyataan yang sebenarnya sudah lama menjadi kenyataan. tidak pahit, tidak pula manis. sekarang ini semuanya terasa sedang sedang saja, kalaupun ia terlalu manis pulanya ia berubah menjadi pahit, begitu pun sebaliknya.

aku melihat banyak wajah baru di keramaian kota hari ini. lagi lagi ditemani dengan tembang lagu yang itu itu saja. aku terdiam di tengah keramaian itu. aku tak merasa jiwaku berada di dalam raga ini, walau mentari masih malu malu menyinari sebagian wajahku. aku pun malu disapanya dengan raut wajah tidak karuan, pula cahaya mentari telah mengeringkan sebagian tetesan air mata yang berlinang di pipiku.

bisakah aku, melewati hari ini dengan akhir yang dimulai dari mimpi mimpiku?


:april'08

0 comments: